tommyhilfigersoutlet.com

Ruang Informasi dan berita terbaru
Calon Pembeli, Harus Tahu Hak Dasar Pembeli Rumah Berikut Ini

Calon Pembeli, Harus Tahu Hak Dasar Pembeli Rumah Berikut Ini

Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat, termasuk juga pembeli rumah. Membeli rumah merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang. Setiap orang pastinya membutuhkan rumah sebagai tempat berteduh dan tempat tinggal yang nyaman.

Untuk itu, dalam membeli rumah diperlukan pertimbangan yang matang. Selain karena faktor mahal juga karena faktor kenyamanan karena rumah akan dihuni dalam kurun waktu yang lama. Jika Anda membeli properti, pastikan bahwa hak sebagai seorang pembeli sudah Anda terima dengan baik. Namun, yang menjadi masalah adalah tidak banyak orang yang mengetahui apa saja hak dari seorang pembeli properti khususnya rumah.

Nah, untuk itu, berikut ini akan disajikan informasi mengenai hak dasar pembeli rumah yang patut untuk Anda simak.

  1. Informasi

Informasi merupakan poin penting yang harus diterima oleh seorang pembeli. Seperti halnya jika seseorang berencana mencari info rumah dijual di Solo maka informasi yang disampaikan harus cepat, akurat, dan juga lengkap. Informasi yang harus diterima bisa meliputi profil pengembang, kapan proyek akan diselesaikan, legalitas dari rumah tersebut

Ya, semua informasi, hingga analisis mengenai kenaikan harganya. Semua informasi harus disampaikan secara transparan kepada pembeli agar pembeli merasa percaya dan juga merasa puas.

Seorang pembeli yang tidak mendapatkan informasi secara rinci  mengenai detail rumah yang akan menjadi miliknya, wajib untuk mengajukan komplain kepada pengembang bisnis karena ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh pembeli.

Tak dapat dipungkiri bahwa hak dasar pembeli rumah ini harus dipenuhi guna menjaga kepercayaan dari seorang pembeli. Jadi, Anda selaku pengembang bisnis properti harus mengetahui hal tersebut.

  1. Harga

Selain detail informasi mengenai rumah dijual di Solo kota, harga juga menduduki poin yang penting bagi seorang pembeli. Seorang pembeli pastinya akan mencari rumah dengan harga yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang komplit, untuk itu setiap pembeli akan melakukan survey harga demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Kebanyakan pengembang properti yang ada di Indonesia menawarkan harga yang selangit dan tidak sesuai dengan harga pasar guna memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. Nah, sebagai pembeli, tentu Anda harus jeli dalam melihat harga yang ditawarkan oleh pengembang bisnis.

Agar Anda tidak tertipu dengan harga yang terlalu tinggi, silahkan Anda browsing mengenai harga-harga rumah melalui media internet dan lihatlah perbandingan harganya dan juga fasilitas yang ada di dalamnya. Anda juga perlu mencari informasi melalui teman atau saudara Anda yang sudah berpengalaman dalam hal membeli rumah.

  1. Legalitas

Legalitas merpakan hal yang sangat penting bagi seorang pembeli. Alangkah baiknya sebelum Anda membeli rumah tersebut, menanyakan terlebih dahulu apakah tanah tersebut sedang mengalami masalah atau tidak. Dengan adanya legalitas yang jelas, Anda bisa tinggal dengan nyaman di rumah tersebut tanpa merasa khawatir akan digusur.

Hak dasar pembeli rumah ini harus Anda peroleh bagaimana pun caranya. Untuk menghindari kecurangan pengembang rumah dalam hal legalitas, Anda bisa menyewa orang yang ahli di bidang ini untuk mengecek keabsahan dari dokumen tersebut.

Anda juga perlu mewaspadai jika pengembang menawarkan harga yang terlalu murah dari harga pasaran karena bisa jadi rumah tersebut sedang mengalami sengketa. Jadi, alangkah baiknya jika Anda menyewa orang yang sudah ahli agar tidak mudah tertipu. Meskipun Anda harus mengeluarkan uang lagi, namun ini demi keamanan dan kenyamanan Anda dalam menghuni rumah baru dalam jangka waktu yang panjang.

  1. Menerima barang

Seorang pembeli wajib untuk menerima barang dalam kurun waktu penjualan dalam hal ini adalah sebuah rumah. Hal tersebut terdapat dalam pasal 1481 KUH perdata dengan bunyi: ”barang yang bersangkutan harus diserahkan dalam keadaan seperti pada waktu penjualan. Sejak saat penyerahan, segala hasil menjadi kepunyaan pembeli”.

Penyerahan barang dalam hal jual beli adalah pemindahan barang dan kepemilikan dari penjual kepada pembeli. Jika di dalam proses penerimaan barang ini dibutuhkan tenaga ahli atau tenaga yuridis, maka seorang pembeli harus menyelesaikan penyerahan tersebut sesuai dengan apa yang terdapat di pasal 1475 KUH Perdata.

Dalam proses penyerahan rumah ini memang sebaiknya menggunakan tenaga ahli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan menggunakan tenaga ahli, maka Anda akan merasa lebih aman untuk menerima rumah tersebut.

  1. Menunda pembayaran

Penundaan pembayaran bisa terjadi jika terdapat hambatan yang dialami oleh seorang pembeli, misalnya saja rumah yang ditargetkan tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah disepakati ataupun berupa tuntutan hak hipotik dari pihak ketiga yang masih menempel pada barang tersebut.

Penundaan pembayaran ini berlaku untuk barang yang tidak bergerak seperti halnya tanah rumah, dan lain sebagainya. Dalam pasal 1516 KUH Perdata disebutkan bahwa “jika dalam menguasai barang itu pembeli diganggu oleh suatu tuntutan hukum yang didasarkan hipotek atas suatu tuntutan untuk memperoleh kembali barang tersebut, atau jika pembeli mempunyai suatu alasan yang patut untuk khawatir akan diganggu dalam penguasaannya, maka ia dapat menangguhkan pembayaran harga pembelian sampai penjual menghentikan gangguan tersebut, kecuali jika penjual memilih memberikan jaminan atau jika telah diperjanjikan bahwa pembeli wajib membayar tanpa mendapat jaminan atas segala gangguan.”

Itulah bunyi dari pasal 1516 yang semestinya diperhatikan oleh kedua belah pihak, baik itu penjual ataupun pembeli. Nah, hak dasar pembeli rumah ini memang bisa dilakukan jika seorang pembeli mengalami hal yang telah dijelaskan di atas.

Setelah mengetahui hak dasar pembeli rumah tersebut, diharapkan Anda tidak takut lagi untuk menuntut hak sebagai seorang pembeli jika memang hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

shares